Dissociative Identitiy Disorder (DID) atau kepribadian ganda, bisa disebut juga alter ego. Salah satu kelainan psikologi dimana penderita...

[PERPUSTAKAAN] PENGETAHUAN BARU - KELAINAN DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER?

21.57.00 Unknown 0 Comments


Dissociative Identitiy Disorder (DID) atau kepribadian ganda, bisa disebut juga alter ego. Salah satu kelainan psikologi dimana penderitanya mempunyai dua kepribadian atau lebih. Aku menjadi tertarik mengetahui kelainan ini setelah menonton beberapa episode drama Korea yang menceritakan tokoh utamanya mengalami gangguan DID.
Drama Hyde, Jekyll, Me merupakan sebuah drama yang diadaptasi dari komik terkenal dari Korea Selatan.
Drama ini menceritakan tentang Gu Seo-jin seorang pewaris generasi ketiga grup chaebol yang menjalankan taman bermain Wonder Land. Dia memiliki segalanya mulai dari penampilan, otak, dan keberuntungan. Tapi kejadian traumatis di masa kecilnya menjadikan Seo-jin memiliki kepribadian ganda, tidak seperti biasanya yang dingin, kejam dan tertutup, kepribadian lainnya adalah kebalikan, manis dan lembut yaitu menjadi Robin. (Sumber: blog playkpopmusic) - chaebol: konglomerat, kaya raya, pemegang ekonomi utama di Korea Selatan.


Menonton drama ini membuat aku tau bahwa kelainan ini mengerikan. Orang yang mempunyai kelainan ini ketika menjadi pribadinya yang asli, dia tidak ingat pernah menjadi orang lain. Orang yang mempunyai alter ego bisa mempunyai identitas, kemampuan, kecerdasan, dan kepribadian yang berkebalikan dengan aslinya. Hal ini terjadi karena mempunyai trauma di masa kecilnya.
Beberapa contoh kisah nyata penyandang DID adalah William Stanley Milligan atau Billy Milligan. Dia mempunyai 24 karakter dalam tubuhnya. Pertama kali alter ego ini muncul adalah ketika Billy berusia 3 tahun. Alter ego yang dimiliki Billy dikarenakan masa kecilnya mempunyai trauma, penyimpangan seksual yang dilakukan ayahnya.

Salah satu kasus paling terkenal dalam hal kepribadian ganda adalah kasus yang dialami oleh Shirley Ardell Mason. Untuk menyembunyikan identitasnya, Cornelia Wilbur, sang psikolog yang menanganinya dan menulis buku mengenainya, menggunakan nama samaran Sybil Isabel Dorsett untuk menyebut Shirley.
Dalam sesi terapi yang dilakukan oleh Cornelia, terungkap kalau Sybil memiliki 16 kepribadian yang berbeda, diantaranya adalah Clara, Helen, Marcia, Vanessa, Ruthi, Mike (Pria), Sid (Pria) dan lain-lain.
Menurut Cornelia, 16 identitas yang muncul pada diri Sybil berasal dari trauma masa kecil akibat sering mengalami penyiksaan oleh ibunya.
Kisah Sybil menjadi terkenal karena pada masa itu kelainan ini masih belum dipahami sepenuhnya. Bukunya menjadi best seller pada tahun 1973 dan sebuah film dibuat mengenainya.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya, keabsahan kelainan yang dialami Sybil mulai dipertanyakan oleh para psikolog.
Menurut Dr.Herbert Spiegel yang juga menangani Sybil, 16 identitas yang berbeda tersebut sebenarnya muncul karena teknik hipnotis yang digunakan oleh Cornelia untuk mengobatinya. Bukan hanya itu, Cornelia bahkan menggunakan Sodium Pentothal (serum kejujuran) dalam terapinya.
Dr.Spiegel percaya kalau 16 identitas tersebut diciptakan oleh Cornelia dengan menggunakan hipnotis. Ini sangat mungkin terjadi karena Sybil ternyata seorang yang sangat sugestif dan gampang dipengaruhi. Apalagi ditambah dengan obat-obatan yang jelas dapat membawa pengaruh kepada syarafnya.
Kasus ini mirip dengan penciptaan false memory dalam pengalaman alien abduction. Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya.
Peter Swales, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil adalah Shirley juga setuju dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi.
Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul karena sesi hipnotis) sebenarnya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur.
Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akibat pengaruh terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa menciptakan banyak identitas baru di dalam diri seseorang.
Menurut Dr.Philip M Coons, "Hubungan antara penyiksaan atau trauma masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum kasus Sybil."
Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun berdasarkan kasus Sybil. Jika kasus itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori disosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada.
Perdebatan ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan kedua pihak memiliki alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog? (Sumber: google)

Begitulah mengerikannya kelainan ini. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada orang-orang disekitar kita, orang terdekat kita, atau bahkan kita sendiri? Aku sendiri tidak bisa membayangkannya.
Ini bukan curhat. Hanya mengungkapkan sebuah pengetahuan baru. Jadi dengan kutipan sana-sini bolehlah.. :D

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "