dari https://blueaurora.files.wordpress.com   Sudah banyak buku, novel, cerpen, puisi tentang cinta... Lalu.. Dimana buku ...

[BUKU] LETTERS FROM TURKEY - ANATOMI KEBENCIAN

12.11.00 Unknown 0 Comments



dari https://blueaurora.files.wordpress.com


 
Sudah banyak buku, novel, cerpen, puisi tentang cinta...
Lalu..
Dimana buku tentang benci?

0 komentar:

Seberapa pentingnya seorang sahabat? Dalam memilih sahabat atau orang dekat, kadang dengan alasan bersimpati atau setia kawan,...

[BUKU] LETTERS FROM TURKEY - MEMBAYAR PERSAHABATAN

12.07.00 Unknown 0 Comments





Seberapa pentingnya seorang sahabat?
Dalam memilih sahabat atau orang dekat, kadang dengan alasan bersimpati atau setia kawan, kita sanggup "berkorban", mengorbankan masa depan, hingga tahap "rela menjadi korban".

0 komentar:

                                                     dari http://www.beritasatu.com Buku itu bisa dibilang sebagai mak...

[PERPUSTAKAAN] YANG MAHAL HAK CIPTANYA ATAU BUKUNYA?

11.56.00 Unknown 0 Comments



                                                    
dari http://www.beritasatu.com
Buku itu bisa dibilang sebagai makanan wajib untuk mahasiswa seperti saya. Setiap dosen pasti punya buku wajib yang harusnya dimiliki oleh mahasiswanya. Apalagi buku menjadi panduan pengajaran dan praktek dalam perkuliahan. Apalagi saya yang suka baca buku. Walaupun kadang yang saya baca juga pilih-pilih. Jadi, sebisa mungkin dalam sebulan saya harus menuntaskan membaca beberapa buku.

0 komentar:

dari http://gideonyusdianto.com   Hidup itu bukan tentang menang dan kalah. Tetapi tentang perjuangan untuk bertahan. Nenek itu bia...

[CURHAT] HIDUP UNTUK BERJUANG

11.54.00 Unknown 0 Comments

dari http://gideonyusdianto.com
 
Hidup itu bukan tentang menang dan kalah. Tetapi tentang perjuangan untuk bertahan.
Nenek itu biasanya berada di pertigaan jalan Jendral Sudirman depan MC.D, Yogyakarta. Menjual koran sambil duduk. Mungkin karena kakinya tak mampu menopang berat badan dengan membawa koran terlalu banyak. Wajahnya juga sudah keriput. Matanya mungkin sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Tubuhnya juga terlihat rapuh. Kurus.
Sebegitu kerasnya dia berjuang untuk hidupnya. Diusianya yang sudah seharusnya menikmati masa senja, tetapi masih harus mengeluarkan keringat usahanya untuk hidup.
Tak ada kata yang keluar untuk mengajak para pengguna jalan membeli korannya. Hanya duduk begitu saja. Tapi, tentu saja nenek itu mengharapkan korannya terbeli sehingga beliau bisa membeli beras.
Pilu rasanya melihat keadaan demikian. Aku jadi teringat nenek di rumah. Betapa leganya ketika mengingat nenekku tak sekeras itu untuk berjuang diusia tuanya.
Mempertahankan hidup, terus berjuang sampai di akhir usia? Tetap bersyukur dan berjuang.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "