Because love doesn’t always the same. It’s fortunate to meet you.

[FF FICLET] IT’S FORTUNATE

15.42.00 Unknown 0 Comments



Because love doesn’t always the same.
It’s fortunate to meet you.

Laki-laki itu mengangkat microphone yang ada ddalam genggaman tangannya. “Lagu ini untuk gadis dengan baju hijau dan syal merah yang ada didepanku ini,” katanya.
 Kemudian musik menggema mengiringi suara yang keluar dari pita suara miliknya. Lampu panggung menyorot tubuhnya membuatnya terlihat lebih mempesona.
Tidak, tidak boleh. Seharusnya aku tidak ada disini. Begitu kataku dalam hati yang merutuki keputusanku. Mau-maunya aku diajak menghadiri konsernya.
Suaranya mengalun lembut, membuat beberapa gadis di sekitarku menggerakka kepalanya mengikuti irama musik sambil tersenyum. Kadang ada juga yang meneriakkan namanya. “Kyaaa, Chen Oppa.”
Aku menatap ke depan dan melihat wajahnya. Ku hela nafas dan kuhembuskan dengan keras-keras. Ya, sebenarnya aku menyadari dia tak melepaskan tatapannya padaku. Itulah alasanku menyesal dating ke konser ini.
Kalau saja gadis di sampingku ini tidak merengek-rengek, memaksaku sambil mengancamku akan melaporkan jatah uang jajanku yang habis sebelum waktunnya pada ibu, aku tidak akan mau datang kemari. Aku lebih suka mendekam di kamarku, mendengarkan music dari i-pod ku dan meneruskan membaca novel yang abaru aku beli lusa.
Dan sudah berapa kali aku katakan, aku menyesal tapi tetap saja tidak mengubah keadaan. Yah, karena aku sudah duduk disini. Menyesal juga tidak ada gunanya sekarang. Hanya saja, rasanya aku ingin menenggelamkan kepalaku ke sungai atau menggunakan topeng pemberian kakekku karena jujur ku risih terus dipandanginya.
Ya. Dia mengenalku. Dan saat ini aku ingin pura-pura tidak mengenalnya. Lucu sekali.
Setelah dia selesai menyanyikan lagunya, dia menuruni panggung dan menghampiriku, memberikan setangkai bunga mawar merah untukku sambil tersenyum.
Aku yakin saat itu rasanya aku ingin menjambak rambutnya, menendangnya atau mungkin menceburkannya ke sungai. Kecuali setelah itu, aku benar-benar membeku dan menyerah setelah dia mengatakan sesuatu.
“Aku menyukaimu, dan kau tidak boleh menolak karena kau adalah keburuntungan untukku.”
Dia adalah sahabat bodohku yang mengatakan menyukaiku.
July 15, 2014

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "