[FF FICLET] IT’S FORTUNATE
Because
love doesn’t always the same.
It’s fortunate to meet you.
It’s fortunate to meet you.
Laki-laki itu
mengangkat microphone yang ada ddalam
genggaman tangannya. “Lagu ini untuk gadis dengan baju hijau dan syal merah
yang ada didepanku ini,” katanya.
Kemudian musik menggema mengiringi suara yang
keluar dari pita suara miliknya. Lampu panggung menyorot tubuhnya membuatnya
terlihat lebih mempesona.
Tidak, tidak boleh.
Seharusnya aku tidak ada disini. Begitu kataku dalam hati yang
merutuki keputusanku. Mau-maunya aku diajak menghadiri konsernya.
Suaranya
mengalun lembut, membuat beberapa gadis di sekitarku menggerakka kepalanya
mengikuti irama musik sambil tersenyum. Kadang ada juga yang meneriakkan
namanya. “Kyaaa, Chen Oppa.”
Aku
menatap ke depan dan melihat wajahnya. Ku hela nafas dan kuhembuskan dengan
keras-keras. Ya, sebenarnya aku menyadari dia tak melepaskan tatapannya padaku.
Itulah alasanku menyesal dating ke konser ini.
Kalau
saja gadis di sampingku ini tidak merengek-rengek, memaksaku sambil mengancamku
akan melaporkan jatah uang jajanku yang habis sebelum waktunnya pada ibu, aku
tidak akan mau datang kemari. Aku lebih suka mendekam di kamarku, mendengarkan
music dari i-pod ku dan meneruskan membaca novel yang abaru aku beli lusa.
Dan
sudah berapa kali aku katakan, aku menyesal tapi tetap saja tidak mengubah
keadaan. Yah, karena aku sudah duduk disini. Menyesal juga tidak ada gunanya
sekarang. Hanya saja, rasanya aku ingin menenggelamkan kepalaku ke sungai atau
menggunakan topeng pemberian kakekku karena jujur ku risih terus dipandanginya.
Ya.
Dia mengenalku. Dan saat ini aku ingin pura-pura tidak mengenalnya. Lucu
sekali.
Setelah
dia selesai menyanyikan lagunya, dia menuruni panggung dan menghampiriku,
memberikan setangkai bunga mawar merah untukku sambil tersenyum.
Aku
yakin saat itu rasanya aku ingin menjambak rambutnya, menendangnya atau mungkin
menceburkannya ke sungai. Kecuali setelah itu, aku benar-benar membeku dan
menyerah setelah dia mengatakan sesuatu.
“Aku
menyukaimu, dan kau tidak boleh menolak karena kau adalah keburuntungan untukku.”
Dia
adalah sahabat bodohku yang mengatakan menyukaiku.
July 15, 2014


0 komentar: