[FOOTNOTE] BACKPACKERS LIBRARIAN - TRIP TO JAKARTA (1): Dibalik Perjalanan
BACKPACKERS
LIBRARIAN
TRIP TO JAKARTA: DIBALIK PERJALANAN
TRIP TO JAKARTA: DIBALIK PERJALANAN
Akhir-akhir ini sudah menjadi tren
melakukan petualangan dan perjalanan ke tempat-tempat baru sebagai backpacker.
Arti backpacker itu sendiri disebutkan dalam salah satu blog sebagai bepergian atau jalan kaki
dengan membawa ransel. Backpacker adalah
melakukan perjalanan jauh dari satu kota ke kota lain bisa dinegara sendiri
atau ke kota di negara lain dengan biaya yang ditekan se-irit mungkin.
Barang
yang dibawa mengunakan ransel yang digendong di punggung. Perjalanan dilakukan
dengan berbagai moda transportasi seperti pesawat udara, kereta ataupun bus
bahkan sepeda motor. Semua rencana itu disusun sebelumnya dengan banyak mengali
data serta survey yang mendalam. (sumber:
artsons.wordpress)
Tujuan backpacker itu selain mencari
pengalaman ditempat baru, memperoleh teman baru, juga untuk refresing.
“Backpacker
itu artinya ngegembel,” begitu kata Hana.
Untuk pertama kalinya, kami
mengadakan backpacker bersama di Jakarta. Tujuan utamanya sih sebenernya cuma
ingin mengunjungi Perpustakaan Nasional. Tetapi berhubung Perpusnas ada di
Jakarta, dan hanya sia-sia saja jika sudah pergi sejauh itu tidak sekalian
berjalan-jalan, jadi kami memutuskan untuk mengunjungi tempat lainnya.
Kami sudah mempunyai rencana ini
sejak lama. Beberapa bulan sebelumnya memang kami berencana untuk mengunjungi
Perpusnas bersama teman-teman ALUS (Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan)
Jogja. Tetapi melihat respon teman-teman yang tidak antusias –karena biaya
transportasi yang mahal—jadi kami memutuskan untuk berangkat sendiri.
Kami (Aku, Hana, Ririn, Desy, Arum)
berdiskusi lama sebelum menentukan waktu keberangkatan kami. Antara ‘ya’ dan
‘tidak’ pergi pada akhir semester kuliah atau pertengahan semester. Setelah
mencari-cari harga tiket, beruntunglah kami mendapatkan tiket murah. Setujulah
akhirnya kami pergi bulan Maret 2015 ini, pada pertengahan semester.
Awalnya agak ragu-ragu juga. Apakah
kami yakin hanya pergi berlima aja? Sedangkan Jakarta itu tidak seaman yang
kami bayangkan. Kami tidak bisa pergi, apalagi kami perempuan semua. Akhirnya,
dengan rayuan Ririn, kami berhasil menggaet empat orang lagi. Fais, Bastian,
Fajar, dan Kunto memutuskan untuk ikut perjalanan kami.
Kami menjelaskan rencana perjalanan
kami pada mereka berempat. Kami mengumpulkan uang yang ada dikantong kami dan
memutuskan untuk langsung membeli tiketnya sebelum tiket itu habis.
Pulang kuliah, Bastian memberitahu
bahwa Yeni juga ingin ikut. Jadi fikslah akhirnya kami pergi bersepuluh. Sore
itu juga, kami membeli tiket ke stasiun Lempuyangan. Akhirnya, tiket ada
ditangan.
“Ini
rencana gilak,” begitu kataku selama diskusi dan perjalanan dari dan ke stasiun
untuk membeli tiket.
| kaki ini akan menginjakkan tanah Jakarta sebagai backpacker |
Kenapa aku mengatakan gila?
Sebenernya karena rencana ini langsung mereka setujui. Tanpa pertimbangan,
mereka berlima langsung mengatakan ‘ya’ pada kami. Itu yang bikin aku
geleng-geleng kepala tak mengerti.
Dan begitulah awal mula kami
melakukan perjalanan ini.


foto yang lain sist minta dong
BalasHapus