[BUKU] LETTERS FROM TURKEY - MEMBAYAR PERSAHABATAN
Seberapa pentingnya seorang
sahabat?
Dalam memilih sahabat atau orang
dekat, kadang dengan alasan bersimpati atau setia kawan, kita sanggup
"berkorban", mengorbankan masa depan, hingga tahap "rela menjadi
korban".
Bersahabat dan dekat dengan
seseorang adalah kebijaksanaan, jika bisa saling mendukung, menguatkan dan
membangun. Walaupun untuk itu pada awalnya membuat kita tidak nyaman.
Jika mengaku sayang sahabat,
risiko apapun akan kita lalui agar kita dan dia berada pada jalur kebaikan.
Bukan secara kalap mengiyakan apa saja yang dia katakan dan lakukan.
Jika kita telanjur dekat dan
bersahabat dengan tipe orang yang sulit mendengarkan, saat itu kita diuji untuk
bersabar dan setia merayunya ke jalan kebijakan.
Akan tetapi, pada saat kita
merasa tidak mampu memperbaiki, bahkan bisa-bisa keburukannya yang menular
kepada kita, maka tidak ada jalan lain, meninggalkannya adalah bagian dari
kebaikan.
Lho, itu kan tidak setia kawan?
Duhai, seberapa tinggi kita mampu membayar rasa kesetiakawanan itu?
Jangan membayar dengan masa
depan, Sahabat. Kita punya pilihan, untuk tangguh mendukungnya terus menerus
dengan cara mengingatkannya. Walaupun saat kita mengingatkannya dia akan marah,
tersinggung, menuduh kita sok suci, dan seterusnya.
Jika kita tak mampu, maka kita
juga punya pilihan terakhir, menyelamatkan diri dari keburukan-keburukannya.
Katakan saja, teman kita itu tidak pernah berhenti membanggakan diri,
meremehkan, dan mengumpulkan keburukan-keburukan orang lain. Kita punya pilihan
untuk meninggalkannya, sebelum kita terpaksa membayar lebih tinggi untuk hal
itu.
Teman jahat itu menular. sebab
dia tidak akan puas melakukannya sendiri.
...
Jika kita tidak yakin bisa
mengubahnya, kita punya pilihan untuk pergi dan mencari komunitas atau sahabat
yang lebih baik dan bisa saling mendukung, menguatkan, serta membangun. Atau,
kita mau membayar lebih tinggi, hanya untuk sebuah kenaifan memahami arti setia
kawan?
...
"Membayar
Persahabatan" dalam buku -Letters from Turkey, oleh: Faris BQ-
Memahami arti sahabat, bukan
hanya dari kata "setia kawan"...


0 komentar: