"Jadi, katakan padaku. Apakah kau sudah pernah jatuh cinta?” laki-laki dihadapan Jin ini mencecarnya dengan pertanyaan yang sanga...

[FF FICLET] SLIPPED

15.49.00 Unknown 0 Comments


"Jadi, katakan padaku. Apakah kau sudah pernah jatuh cinta?” laki-laki dihadapan Jin ini mencecarnya dengan pertanyaan yang sangat tidak ingin didengarnya saat ini.

“Menyingkirlah. Kau mengganggu waktu istirahatku,” Jin menjawab ketus. Saat ini memang waktunya istirahat. Jin memutuskan untuk melanjutkan membaca novelnya di taman sekolahnya.
“Tsk. Kau sedang membaca buku, nona. Membaca buku bukan bagian dari waktu istirahat. Jadi jawab pertanyaanku. Aku sangat penasaran karena kau tidak pernah berusaha dekat dengan laki-laki,” Daehyun –laki-laki itu–­ menunjukkan wajah penasarannya. Ia tak melepaskan wajah Jin begitu saja.
Merasa risih terus dipandangi, Jin akhirnya membentaknya, “Itu terserah padaku. Bagiku membaca buku merupakan waktu istirahatku. Dan lagi, kau jangan terlalu mengurusi urusanku. Lagi pula aku punya pacar atau tidak juga bukan urusanmu!”
“Ck ck. Gadis ini, aku hanya menunjukkan sedikit perhatianku, tapi malah begini tanggapannya,” Daehyun berdecak sambil menggelengkan kepalanya. “Kau tidak akan pernah mendapatkan pacar kalau sikapmu begini pada laki-laki, Nona. Harusnya sebagai seorang perempuan, Kau harus lebih halus.”
“Berisik.” Hanya kata itu yang keluar dari mulut gadis itu. Gadis itu semakin meninggikan bukunya untuk menutup wajahnya sehingga Daehyun tidak bisa melihatnya.
Dalam hati gadis ini merutuki sikap Daehyun yang terlalu ikut campur masalahnya. Ia selama ini tidak pernah berfikir untuk memiliki pacar seperti kebanyakan remaja diusianya. Lagi pula, kenapa tiba-tiba Daehyun bertanya masalah itu? Ibunya saja tidak pernah menggubris masalah kehidupan cinta anak gadisnya.
“Ah, aku tahu. Pacarmu itu buku-bukumu itu bukan?” Daehyun kembali bersuara setelah sekian menit hening.
“Atau mungkin malah Harry Potter dalam imajinasimu itu? Kau kan suka sekali membaca novel Harry Potter yang tebalnya melebihi kamus bahasa Inggris itu. Atau jangan-jangan kau..” Daehyun berhenti sebentar dan menatap perempua didepannya dengan mata membelalak. “Aku tau kau tidak banyak bergaul dengan laki-laki, dan bahkan lebih memilih bergaul dengan perempuan. Tapi mungkinkah perkiraanku ini benar. Jin, kau tidak lesbi kan?” Daehyun kembali melanjutkan analisa-analisanya.
“Yaakk! Jangan mengarang cerita yang tidak tidak.” Sebenarnya telinga Jin sudah panas mendengar celotehan Daehyun yang tidak ada hentinya. Itu sangat mengganggu konsentrasi membacanya, menyebabkan dia harus mengulang beberapa paragraph sebelumnya untuk memahami alur cerita novel yang dipegangnya.
“Apa asiknya berpacaran dengan buku. Bukakah lebih baik kalau berpacaran denganku saja, aku lebih menarik daripada buku. Dan lagi, aku tahu kau juga menyukaiku. Aku yakin karena aku pernah membaca buku diarymu sewaktu kita mengerjakan tugas dirumamu dulu. Kau mengatakan bahwa aku satu-satunya orang tercerewet yang paling kau sukai.”
Hening…
Daehyun tak sadar dengan apa yang baru saja diucapkan.
Brukk.
Buku yang dipegang Jin terjatuh dia atas meja. Suaranya membuktikan bahwa buku itu tidak tipis.
Daehyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Merasa bahwa ia baru saja terbangun dari ocehannya sendiri, ia tak sengaja mengatakannya. Sedangkan Jin, matanya berkedip tidak percaya menatap Daehyun.
Tik..
Tok..
Tik..
Tok..
Suara detak jam terdengar. Bahkan mungkin suara detak jantung mereka berdua juga terdengar.
 “Yakk! Jung Daehyun! Jangan lari kau,” teriak Jin dengan muka merah ketika mengetahui Daehyun sudah pergi meninggalkannya. Ia marah sekaligus malu.

July 15, 2014

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "