[FF FICLET] SLIPPED
"Jadi, katakan
padaku. Apakah kau sudah pernah jatuh cinta?” laki-laki dihadapan Jin ini
mencecarnya dengan pertanyaan yang sangat tidak ingin didengarnya saat ini.
“Menyingkirlah.
Kau mengganggu waktu istirahatku,” Jin menjawab ketus. Saat ini memang waktunya
istirahat. Jin memutuskan untuk melanjutkan membaca novelnya di taman
sekolahnya.
“Tsk.
Kau sedang membaca buku, nona. Membaca buku bukan bagian dari waktu istirahat.
Jadi jawab pertanyaanku. Aku sangat penasaran karena kau tidak pernah berusaha
dekat dengan laki-laki,” Daehyun –laki-laki itu– menunjukkan wajah
penasarannya. Ia tak melepaskan wajah Jin begitu saja.
Merasa
risih terus dipandangi, Jin akhirnya membentaknya, “Itu terserah padaku. Bagiku
membaca buku merupakan waktu istirahatku. Dan lagi, kau jangan terlalu
mengurusi urusanku. Lagi pula aku punya pacar atau tidak juga bukan urusanmu!”
“Ck
ck. Gadis ini, aku hanya menunjukkan sedikit perhatianku, tapi malah begini
tanggapannya,” Daehyun berdecak sambil menggelengkan kepalanya. “Kau tidak akan
pernah mendapatkan pacar kalau sikapmu begini pada laki-laki, Nona. Harusnya
sebagai seorang perempuan, Kau harus lebih halus.”
“Berisik.”
Hanya kata itu yang keluar dari mulut gadis itu. Gadis itu semakin meninggikan
bukunya untuk menutup wajahnya sehingga Daehyun tidak bisa melihatnya.
Dalam
hati gadis ini merutuki sikap Daehyun yang terlalu ikut campur masalahnya. Ia
selama ini tidak pernah berfikir untuk memiliki pacar seperti kebanyakan remaja
diusianya. Lagi pula, kenapa tiba-tiba Daehyun bertanya masalah itu? Ibunya
saja tidak pernah menggubris masalah kehidupan cinta anak gadisnya.
“Ah,
aku tahu. Pacarmu itu buku-bukumu itu bukan?” Daehyun kembali bersuara setelah
sekian menit hening.
“Atau
mungkin malah Harry Potter dalam imajinasimu itu? Kau kan suka sekali membaca
novel Harry Potter yang tebalnya melebihi kamus bahasa Inggris itu. Atau
jangan-jangan kau..” Daehyun berhenti sebentar dan menatap perempua didepannya
dengan mata membelalak. “Aku tau kau tidak banyak bergaul dengan laki-laki, dan
bahkan lebih memilih bergaul dengan perempuan. Tapi mungkinkah perkiraanku ini
benar. Jin, kau tidak lesbi kan?” Daehyun kembali melanjutkan
analisa-analisanya.
“Yaakk!
Jangan mengarang cerita yang tidak tidak.” Sebenarnya telinga Jin sudah panas
mendengar celotehan Daehyun yang tidak ada hentinya. Itu sangat mengganggu
konsentrasi membacanya, menyebabkan dia harus mengulang beberapa paragraph
sebelumnya untuk memahami alur cerita novel yang dipegangnya.
“Apa
asiknya berpacaran dengan buku. Bukakah lebih baik kalau berpacaran denganku
saja, aku lebih menarik daripada buku. Dan lagi, aku tahu kau juga menyukaiku.
Aku yakin karena aku pernah membaca buku diarymu sewaktu kita mengerjakan tugas
dirumamu dulu. Kau mengatakan bahwa aku satu-satunya orang tercerewet yang
paling kau sukai.”
Hening…
Daehyun
tak sadar dengan apa yang baru saja diucapkan.
Brukk.
Buku
yang dipegang Jin terjatuh dia atas meja. Suaranya membuktikan bahwa buku itu
tidak tipis.
Daehyun
menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Merasa bahwa ia baru saja terbangun
dari ocehannya sendiri, ia tak sengaja mengatakannya. Sedangkan Jin, matanya
berkedip tidak percaya menatap Daehyun.
Tik..
Tok..
Tik..
Tok..
Suara
detak jam terdengar. Bahkan mungkin suara detak jantung mereka berdua juga
terdengar.
“Yakk! Jung Daehyun! Jangan lari kau,” teriak Jin
dengan muka merah ketika mengetahui Daehyun sudah pergi meninggalkannya. Ia
marah sekaligus malu.
July 15, 2014


0 komentar: