[FF] Tao's Polkadot Socks
"Hyung,
kau tau dimana kaos kaki polkadot yang aku jemur kemarin?" Chanyeol
berteriak dari dalam kamarnya. Matanya yang bulat melihat ke sekeliling ruang
tidurnya.
Kepalanya ia longokkan ke bawah kasurnya, namun ia tetap tidak
menemukan kaos kaki itu juga. Pagi itu, kamarnya sudah sangat berantakan, bisa
dikatakan seperti kapal pecah. Bantal dan selimut terlempar jauh dari kasur.
Isi lemari pakaian jatuh berantakan di lantai. Barang-barang dilaci juga
berhamburan di atas kasurnya. Tapi ia tetap tidak menemukan benda itu.
"Aku
tidak tau, sudahlah pakai saja kaos kaki milikku," balas Suho yang sibuk
dengan D.O dan Lay di dapur. Mereka pagi itu membuat sarapan untuk member lainnya.
Kemungkinan besar, jika D.O melihat kamar Chanyeol yang seperti itu, dia akan
marah besar. Tapi untuk saat ini, dia sedang disibukkan urusan makan untuk 12
porsi pagi itu, jadi dia tidak terlalu mengurus kamar Chanyeol.
"Aku
tidak mau, Hyung." Chanyeol tau kaos kaki itu milik Tao yang ia pinjam. Kemaren
ia menggunakannya untuk pesta reuni di SMAnya yang mengharuskan menggunakan
pakaian serba polkadot. Dan ia tidak punya kaos kaki polkadot. Terpaksa dia
meminjam kaos kaki milik Tao yang merupakan pemberian ibunya di China. Ia tau
dia bisa habis jika menghilangkannya, karena kaos kaki itu merupakan kaos kaki
kesayangan Tao. Chanyeol juga teringat bagaimana Tao memeraktekkan gerakan
wushunya di atap minggu lalu.
"Hyung,
bantu aku mencarinya."
"Yakk!!
Park Chanyeol. Suaramu sangat mengganggu. Tak bisakah kami menonton film dengan
tenang?" Baekhyun berteriak. Dia tiduran di depan televisi di atas sofa
panjang. Pagi itu memang mereka bisa bersantai, karena mereka tidak punya
jadwal. Kai dan Sehun juga ada di depan televisi dan berbaring di karpet bawah.
Kai memang tidak terlalu fokus pada acara televisi pagi itu, tapi dia lebih
fokus pada ponsel di tangannya.
"Ya,
kau terlalu berisik, Hyung. Hei, lihatlah! Aku jadi kalah bermain," Kai
melanjutkan. Ia ikut menimpali perkataan Chanyeol. Ya, dia memang sedang bermain
game di ponselnya.
"Diamlah,
Hyung. Aku tidak bisa tidur lagi mendengar teriakanmu," Sehun juga
ikut-ikutan. Ia menguap lebar-lebar sambil mengucek matanya. Dia masih ingin melanjutkan
tidurnya, tapi terganggu suara Chanyeol.
"Ada
apa ribut sekali?" Kris yang baru bangun tidur keluar dari kamarnya dengan
rambut yang acak-acakan dan mata masih menutup. Ia bersandar pada pintu. Kemudian
melangkahkan kakinya menuju sofa dan merengsek duduk diatasnya. Baekhyun
mendesis sebal.
"Kau
tau kaos kaki yang ada di jemuran, Hyung?" Chanyeol bertanya pada Kris.
Tiba-tiba Chanyeol keluar dari kamar dan menghampiri Kris.
"O-oh?
Sepertinya aku tau," jawab Kris tersendat. "Kemaren aku
mengguntingnya untuk hiasan kepala Ace," Kris meringis dengan wajah tak
berdosa. Ace adalah boneka domba kesayangan Kris yang diterima dari fansnya.
Boneka itu selalu dibawa kemanapun Kris Pergi.
"Hyung~,
kenapa kau tidak bilang menggunakannya? Kau tau itu milik Tao. Dan aku akan
membunuhmu jika aku kena damprat Tao," teriak Chanyeol sambil
menarik-narik tangan Kris. Wajahnya memerah manahan marah.
"Kau
apakan kaos kaki ku, Hyung?" Tiba-tiba Tao bangun dari tidurnya. Ia keluar
dari balik selimut begitu mendengar namanya disebut. "Hyung, jawab aku.
Kau apakan kaos kaki ku?"
Chanyeol
bersiaga. Matilah aku. Serunya dalam
hati. Jika digambarkan pada manga, mungkin kepala Tao sudah mengobarkan api.
Kai,
Baekhyun, dan Sehun beranjak dari tempatnya dan langsung berlari menuju dapur.
Kemudian mereka mengintip dibalik pintu dapur, diikuti oleh Suho, D.O dan Lay.
Mereka tidak mau ikut campur masalah mereka bertiga. Memang, Tao adalah anak
yang manja, tapi jika dia sudah marah, kau pun hanya bisa memohon ampun. Jika
kau beruntung mendapat maaf dari Tao, kau akan selamat, tapi jika tidak,
habislah kau. Karena memang wushunya sangat hebat, dan kau bisa melihanya di reality
show yang mereka bintangi.
D.O
berkata, "Aku rasa mereka berdua akan habis setelah ini." yang lain
hanya menganggukkan kepala dan menghela napas panjang.
"Lebih
baik kita pergi sebelum melihat pertarungan ini dan ayo kita susul Luhan hyung,
Chen Hyung, dan Xiumin hyung saja," bisik Kai pada yang lainnya. Lalu mereka
berjalan mengendap-endap keluar dari dorm.
------END------


0 komentar: