"Hyung, kau tau dimana kaos kaki polkadot yang aku jemur kemarin?" Chanyeol berteriak dari dalam kamarnya. Matanya yang bul...

[FF] Tao's Polkadot Socks

15.58.00 Unknown 0 Comments



"Hyung, kau tau dimana kaos kaki polkadot yang aku jemur kemarin?" Chanyeol berteriak dari dalam kamarnya. Matanya yang bulat melihat ke sekeliling ruang tidurnya.
Kepalanya ia longokkan ke bawah kasurnya, namun ia tetap tidak menemukan kaos kaki itu juga. Pagi itu, kamarnya sudah sangat berantakan, bisa dikatakan seperti kapal pecah. Bantal dan selimut terlempar jauh dari kasur. Isi lemari pakaian jatuh berantakan di lantai. Barang-barang dilaci juga berhamburan di atas kasurnya. Tapi ia tetap tidak menemukan benda itu.
"Aku tidak tau, sudahlah pakai saja kaos kaki milikku," balas Suho yang sibuk dengan D.O dan Lay di dapur. Mereka pagi itu membuat sarapan untuk member lainnya. Kemungkinan besar, jika D.O melihat kamar Chanyeol yang seperti itu, dia akan marah besar. Tapi untuk saat ini, dia sedang disibukkan urusan makan untuk 12 porsi pagi itu, jadi dia tidak terlalu mengurus kamar Chanyeol.
"Aku tidak mau, Hyung." Chanyeol tau kaos kaki itu milik Tao yang ia pinjam. Kemaren ia menggunakannya untuk pesta reuni di SMAnya yang mengharuskan menggunakan pakaian serba polkadot. Dan ia tidak punya kaos kaki polkadot. Terpaksa dia meminjam kaos kaki milik Tao yang merupakan pemberian ibunya di China. Ia tau dia bisa habis jika menghilangkannya, karena kaos kaki itu merupakan kaos kaki kesayangan Tao. Chanyeol juga teringat bagaimana Tao memeraktekkan gerakan wushunya di atap minggu lalu.
"Hyung, bantu aku mencarinya."
"Yakk!! Park Chanyeol. Suaramu sangat mengganggu. Tak bisakah kami menonton film dengan tenang?" Baekhyun berteriak. Dia tiduran di depan televisi di atas sofa panjang. Pagi itu memang mereka bisa bersantai, karena mereka tidak punya jadwal. Kai dan Sehun juga ada di depan televisi dan berbaring di karpet bawah. Kai memang tidak terlalu fokus pada acara televisi pagi itu, tapi dia lebih fokus pada ponsel di tangannya.
"Ya, kau terlalu berisik, Hyung. Hei, lihatlah! Aku jadi kalah bermain," Kai melanjutkan. Ia ikut menimpali perkataan Chanyeol. Ya, dia memang sedang bermain game di ponselnya.
"Diamlah, Hyung. Aku tidak bisa tidur lagi mendengar teriakanmu," Sehun juga ikut-ikutan. Ia menguap lebar-lebar sambil mengucek matanya. Dia masih ingin melanjutkan tidurnya, tapi terganggu suara Chanyeol.
"Ada apa ribut sekali?" Kris yang baru bangun tidur keluar dari kamarnya dengan rambut yang acak-acakan dan mata masih menutup. Ia bersandar pada pintu. Kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa dan merengsek duduk diatasnya. Baekhyun mendesis sebal.
"Kau tau kaos kaki yang ada di jemuran, Hyung?" Chanyeol bertanya pada Kris. Tiba-tiba Chanyeol keluar dari kamar dan menghampiri Kris.
"O-oh? Sepertinya aku tau," jawab Kris tersendat. "Kemaren aku mengguntingnya untuk hiasan kepala Ace," Kris meringis dengan wajah tak berdosa. Ace adalah boneka domba kesayangan Kris yang diterima dari fansnya. Boneka itu selalu dibawa kemanapun Kris Pergi.
"Hyung~, kenapa kau tidak bilang menggunakannya? Kau tau itu milik Tao. Dan aku akan membunuhmu jika aku kena damprat Tao," teriak Chanyeol sambil menarik-narik tangan Kris. Wajahnya memerah manahan marah.
"Kau apakan kaos kaki ku, Hyung?" Tiba-tiba Tao bangun dari tidurnya. Ia keluar dari balik selimut begitu mendengar namanya disebut. "Hyung, jawab aku. Kau apakan kaos kaki ku?"
Chanyeol bersiaga. Matilah aku. Serunya dalam hati. Jika digambarkan pada manga, mungkin kepala Tao sudah mengobarkan api.
Kai, Baekhyun, dan Sehun beranjak dari tempatnya dan langsung berlari menuju dapur. Kemudian mereka mengintip dibalik pintu dapur, diikuti oleh Suho, D.O dan Lay. Mereka tidak mau ikut campur masalah mereka bertiga. Memang, Tao adalah anak yang manja, tapi jika dia sudah marah, kau pun hanya bisa memohon ampun. Jika kau beruntung mendapat maaf dari Tao, kau akan selamat, tapi jika tidak, habislah kau. Karena memang wushunya sangat hebat, dan kau bisa melihanya di reality show yang mereka bintangi.
D.O berkata, "Aku rasa mereka berdua akan habis setelah ini." yang lain hanya menganggukkan kepala dan menghela napas panjang.
"Lebih baik kita pergi sebelum melihat pertarungan ini dan ayo kita susul Luhan hyung, Chen Hyung, dan Xiumin hyung saja," bisik Kai pada yang lainnya. Lalu mereka berjalan mengendap-endap keluar dari dorm.
------END------

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "