[FICTION] WAIT ME AND I'LL COME TO YOU!
Sepasang kaki menapaki hamparan pasir tak berujung
itu. Kakinya tersaruk-saruk mengenai butiran-butiran kecil kerang-kerang yang
telah luruh karena air asin laut. Sesekali ombak mengenainya sampai sebatas
mata kaki. Angin sore menerpa rambutnya yang sepanjang punggung itu.
Ia tampak menundukkan kepalanya. Aku tidak tahu apa
yang ada dipikirannya kali ini. Dia tiba-tiba menjadi diam begitu saja.
Suasana hatinya berubah setelah kami
membicarakan masa depan. Ia hanya pergi begitu saja dari lingkaran percakapan
kami. Tidak peduli yang lain memanggil namanya.
Dia berhenti. Menatap cakrawala yang akan segera
menelan sang cahaya itu. Pelan-pelan warna langit meredup, sendu. Angin masih
mengibarkan rambutnya.
Aku ingin mendekat. Memegang bahunya dan memeluknya.
Mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja, meskipun aku tidak tahu apa yang
menjadi masalahnya. Entah masa depan atau apapun yang ada di pikirannya.
Lalu seseorang memanggilnya, dan juga aku.
Mengatakan sudah saatnya kami mengisi perut kami yang kosong.
Dia berbalik. Menatapku sebentar lalu berjalan.
Bukan berjalan ke arah tempat mereka menggelar hidangan. Bukan. Dia berjalan ke
arah tempatku berdiri.
Wajahnya masih sama, senyumnya masih sama. Cara
menatapnya masih sama. Hanya, sinar matanya yang berbeda. Aku diam. Aku tidak
tahu harus berbuat apa ketika harus
berdiri dekat dengannya.
Selama ini, aku hanyalah bongkahan batu yang tidak
bisa mengucap atau berbuat banyak jika ada di hadapannya. Dia seperti seorang
putri es yang bisa membekukan apa saja yang ada padaku. Dia membekukan otakkau,
membekukan gerakanku, membekukan lisanku.
Tiba-tiba dia menyentuh lenganku. Mengatakan sesuatu
yang membuatku merasakan sesuatu yang hangat dan membuncah dari dalam hatiku.
“Tunggu aku. Tunggu aku sampai aku datang padamu.”
*

0 komentar: